Kompor Rekayasa Jadikan IKM Tenggiri Juara Satu
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU -
Kebahagiaan diungkapkan Ratnasari Prihatini. Ketua Gugus Kendali Mutu
(GKM) Tanahbumbu ini mengaku tak menyangka akan menyabet juara utama
dalam ajang Konvensi GKM IKM Provinsi Kalsel Kamis kemarin (04/10/2018) di Banjarbaru.
"Sesuai dengan nama kami, GKM Tenggiri, TE artinya team work, NG artinya never give up, GI artinya global industries, RI artinya responsive dan innovatif, Alhamdulillah kami menang," jelasnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (05/10/2018).
Ratna mengaku bangga bisa mengharumkan nama Tanahbumbu dalam ajang provinsi. Dalam konvensi jelas Ratna timnya menfokuskan pada keunggulan alat kompor rekayasa yang telah terjadi perbaikan dari sisi keamanan operator, lebih ramah lingkungan, efisiensi waktu dan bahan bakar, serta yang paling utama adalah dapat mereduksi produk cacat amplang hasil penggorengan.
Kompor
rekayasa ini terangnya hasil temuan seluruh anggota gugus, mereka
melakukan inovasi dengan sistim pengadukan otomotis yang digerakkan oleh
dinamo motor, sehingga mengurangi kelelahan operator saat menggoreng.
Kemudian bahan bakar yang awalnya digunakan adalah arang kayu diganti menjadi LPG. Penggunaan LPG selain ramah lingkungan, juga membuat pengapian kompor menjadi stabil dan lebih aman jika dibandingkan bahan bakar arang yang pengapiannya tidak stabil dan berbahaya.
"Percikan api yang terbang cukup membahayakan operator," ujarnya
Selain itu dengan stabilnya pengapian, membuat waktu proses penggorengan menjadi lebih cepat dan efisien dari sisi waktu dan bahan bakar.
"Sesuai dengan nama kami, GKM Tenggiri, TE artinya team work, NG artinya never give up, GI artinya global industries, RI artinya responsive dan innovatif, Alhamdulillah kami menang," jelasnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (05/10/2018).
Ratna mengaku bangga bisa mengharumkan nama Tanahbumbu dalam ajang provinsi. Dalam konvensi jelas Ratna timnya menfokuskan pada keunggulan alat kompor rekayasa yang telah terjadi perbaikan dari sisi keamanan operator, lebih ramah lingkungan, efisiensi waktu dan bahan bakar, serta yang paling utama adalah dapat mereduksi produk cacat amplang hasil penggorengan.
Kemudian bahan bakar yang awalnya digunakan adalah arang kayu diganti menjadi LPG. Penggunaan LPG selain ramah lingkungan, juga membuat pengapian kompor menjadi stabil dan lebih aman jika dibandingkan bahan bakar arang yang pengapiannya tidak stabil dan berbahaya.
"Percikan api yang terbang cukup membahayakan operator," ujarnya
Selain itu dengan stabilnya pengapian, membuat waktu proses penggorengan menjadi lebih cepat dan efisien dari sisi waktu dan bahan bakar.
"Sengaja kami buat inovasi ini demi
memudahkan dalam produksi, dan Alhamdulillah atas prestasi ini, kami
mengucapkan syukur kepada Allah SWT, dan tak lupa pula ucapan terima
kasih kepada Bupati Tanah Bumbu, Kepala Disdagri Tanah Bumbu, ketua
Riset Teknologi kompor
rekayasa kami, H Rusli Habibi, fasilitator dan semua pihak yang telah
membantu pengendalian mutu pada perusahaan kami," tambah salah satu
anggota GKM Tenggiri yang membuat amplang dari Ikan Tenggiri, Selly
Oktavia.
Sementara Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Kalsel, H Mahyuni saat ditemui mengatakan konvensi GKM ini adalah salah satu ajang untuk menjadikan industri naik level, dari kecil menjadi menengah, hingga menjadi industri besar nantinya.
Konvensi Gugus Kendali Mutu sendiri merupakan ajang bagi pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) dalam rangka menjalin komunikasi antara stakeholder diantaranya aparat pembina di daerah, masyarakat dan pelaku IKM baik itu pengusaha maupun karyawan dalam pengendalian mutu produk.
Sementara Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Kalsel, H Mahyuni saat ditemui mengatakan konvensi GKM ini adalah salah satu ajang untuk menjadikan industri naik level, dari kecil menjadi menengah, hingga menjadi industri besar nantinya.
Konvensi Gugus Kendali Mutu sendiri merupakan ajang bagi pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) dalam rangka menjalin komunikasi antara stakeholder diantaranya aparat pembina di daerah, masyarakat dan pelaku IKM baik itu pengusaha maupun karyawan dalam pengendalian mutu produk.
Peserta Konvensi
GKM ini berjumlah 10 Gugus perwakilan Kabupaten Kota kecuali HSS,
Kotabaru dan Banjarmasin. Adapun komoditi yang mutu yang ikut dalam
konvensional adalah dari industri pangan dan industri kerajinan.
Terang Mahyuni, inovasi yang dibuat oleh GKM Tenggiri tergolong canggih. Pasalnya GKM Tenggiri menggunakan alat penggorengan yang dilengkapi dengan alat pengaduk otomatis sehingga bisa menghemat waktu menggoreng.
"Mereka juga bisa menghemat gas, dan memperbaiki kualitas hasil penggorengan dengan inovasi teknologi kompor rekayasa itu,"sebutnya kepada Banjarmasinpost.co.id.
Meski sudah lolos di tingkat provinsi, Mahyuni mengatakan tak bisa mengikutsertakan GKM di tingkat nasional karena hanya Provinsi Kalsel yang sukses menyelenggarakan konvensi. Daerah lain belum bisa mengadakan karena belum mengadakan pelatihan untuk fasilitator.
"Kami harapkan mereka yang juara dan yang belum juara bisa
mempertahankan industrinya hingga di ajang konvensi selanjutnya dan
semakin meningkatkan kualitas," jelasnya.
Kali itu juara dua ditempati IKM Bahobisa dari Banjarbaru dengan produk stik buah kalakai, dan posisi tiga ditempati IKM Rizka dari Tanahlaut dengan produk keripik tempe.
(banjarmasinpost.co.id/milna sari)
Artikel ini telah tayang di banjarmasinpost.co.id dengan judul Kompor Rekayasa Jadikan IKM Tenggiri Juara Satu, http://banjarmasin.tribunnews.com/2018/10/05/kompor-rekayasa-jadikan-ikm-tenggiri-juara-satu?page=2.
Penulis: Milna Sari
Editor: Rendy Nicko
Terang Mahyuni, inovasi yang dibuat oleh GKM Tenggiri tergolong canggih. Pasalnya GKM Tenggiri menggunakan alat penggorengan yang dilengkapi dengan alat pengaduk otomatis sehingga bisa menghemat waktu menggoreng.
"Mereka juga bisa menghemat gas, dan memperbaiki kualitas hasil penggorengan dengan inovasi teknologi kompor rekayasa itu,"sebutnya kepada Banjarmasinpost.co.id.
Meski sudah lolos di tingkat provinsi, Mahyuni mengatakan tak bisa mengikutsertakan GKM di tingkat nasional karena hanya Provinsi Kalsel yang sukses menyelenggarakan konvensi. Daerah lain belum bisa mengadakan karena belum mengadakan pelatihan untuk fasilitator.
Kali itu juara dua ditempati IKM Bahobisa dari Banjarbaru dengan produk stik buah kalakai, dan posisi tiga ditempati IKM Rizka dari Tanahlaut dengan produk keripik tempe.
(banjarmasinpost.co.id/milna sari)
Artikel ini telah tayang di banjarmasinpost.co.id dengan judul Kompor Rekayasa Jadikan IKM Tenggiri Juara Satu, http://banjarmasin.tribunnews.com/2018/10/05/kompor-rekayasa-jadikan-ikm-tenggiri-juara-satu?page=2.
Penulis: Milna Sari
Editor: Rendy Nicko
0 komentar:
Posting Komentar